Quran Surah at-Tin [95]

Manusia merupakan salah satu makhluk Allah Swt. Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Secara lahir bentuk manusia memiliki bentuk yang indah dibanding makhluk Allah Swt. yang lain. Ukuran tubuh dan raut muka manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Penciptaan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ini dijelaskan oleh Allah Swt. dalam salah satu ayat Surah at-Ti-n [95]. Surah at-Ti-n [95] beserta kandungannya akan kita bahas tuntas dalam bab ini.

A. Membaca dan Bacaan Tajwid dalam Surah At-Ti-n [95]

1. Bacaan Surah At-Ti-n [95]

Membaca ayat Al-Qur’an harus dilakukan dengan benar dan bagus. Demikian juga dalam membaca ayat-ayat yang terdapat dalam Surah at-Ti-n [95]. Kalian harus memperhatikan lafal di dalamnya dengan saksama agar sesuai dengan makhraj hurufnya. Perhatikan bacaan Surah at-Ti-n [95] berikut ini.

Wat-ti-ni waz-zaitu-n(i). Wat.u – risi – ni-n(a). Wa ha-z . al-baladil-ami – n(i). Laqad khalaqnal-insa-na fi- ah.sani taqwi-m(in). S . umma radadna – hu asfala sa-fili-n(a). Illal-laz . i – na a-manu – wa ‘amilus. -s.a – lih. a – ti fa lahum ajrun gairu mamnu – n(in). Fa ma – yukaz . z . ibuka ba‘du bid-di-n(i). Alaisalla – hu biah.kamil-h. a – kimi – n(a).

2. Bacaan Tajwid dalam Surah At-Ti-n [95]

Memahami hukum bacaan tajwid sangat diperlukan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Beberapa bacaan tajwid yang terkandung dalam Surah at-Ti – n [95] sebagai berikut.





Qori’ : Mishary Rashid Al-Afasy Qori’ : Abdelbasset Abdessamad Qori’ : Ali Jaber Qori’ : Saoud Shuraim Qori’ : Saad Al Ghamidi Qori’ : Ahmed Al Ajmi Qori’ : Fares Abbad Qori’ : Yasser Al Dossari Qori’ : Adil Al Kalbani Qori’ : Mahir Al Muaiqly Qori’ : Mahmoud Khalil Al Hussary Qori’ : Salah BuKhatir Qori’ : Ali Al Houdaifi Qori’ : Abu Bakr Al Shatri Qori’ : Abdullah Basfar Qori’ : Adel Rayane Qori’ : Yassen Al Qari Qori’ : Yassen Al Jazairi Qori’ : Abdul Rashid Ali Sufi Qori’ : Aziz Alili Qori’ : Abdul Bari Ath Thobaity Surah : 1 Al Faatihah Surah : 2 Al Baqarah Surah : 3 Ali ‘Imran Surah : 4 An Nisaa’ Surah : 5 Al Maa-idah Surah : 6 Al An’am Surah : 7 Al A’raaf Surah : 8 Al Anfaal Surah : 9 At Taubah Surah : 10 Yunus Surah : 11 Huud Surah : 12 Yusuf Surah : 13 Ar Ra’d Surah : 14 Ibrahim Surah : 15 Al Hijr Surah : 16 An Nahl Surah : 17 Al Israa’ Surah : 18 Al Kahfi Surah : 19 Maryam Surah : 20 Thaahaa Surah : 21 Al Anbiyaa’ Surah : 22 Al Hajj Surah : 23 Al Mu’minuun Surah : 24 An Nuur Surah : 25 Al Furqaan Surah : 26 Asy Syu’araa’ Surah : 27 An Naml Surah : 28 Al Qashash Surah : 29 Al ‘Ankabuut Surah : 30 Ar Ruum Surah : 31 Luqman Surah : 32 As Sajdah Surah : 33 Al Ahzab Surah : 34 Saba’ Surah : 35 Faathir Surah : 36 Yaasiin Surah : 37 Ash Shaaffat Surah : 38 Shaad Surah : 39 Az Zumar Surah : 40 Al Mu’min Surah : 41 Fushshilat Surah : 42 Asy Syuura Surah : 43 Az Zukhruf Surah : 44 Ad Dukhaan Surah : 45 Al Jaatsiyah Surah : 46 Al Ahqaaf Surah : 47 Muhammad Surah : 48 Al Fath Surah : 49 Al Hujuraat Surah : 50 Qaaf Surah : 51 Adz Dzariyaat Surah : 52 Ath Thuur Surah : 53 An Najm Surah : 54 Al Qamar Surah : 55 Ar Rahmaan Surah : 56 Al Waaqi’ah Surah : 57 Al Hadiid Surah : 58 Al Mujaadilah Surah : 59 Al Hasyr Surah : 60 Al Mumtahanah Surah : 61 Ash Shaff Surah : 62 Al Jumu’ah Surah : 63 Al Munaafiquun Surah : 64 At Taghaabun Surah : 65 Ath Thalaaq Surah : 66 At Tahriim Surah : 67 Al Mulk Surah : 68 Al Qalam Surah : 69 Al Haaqqah Surah : 70 Al Ma’aarij Surah : 71 Nuh Surah : 72 Al Jin Surah : 73 Al Muzzammil Surah : 74 Al Muddatstsir Surah : 75 Al Qiyaamah Surah : 76 Al Insaan Surah : 77 Al Mursalaat Surah : 78 An Naba’ Surah : 79 An Nazi’at Surah : 80 ‘Abasa Surah : 81 At Takwiir Surah : 82 Al Infithaar Surah : 83 Al Muthaffifiin Surah : 84 Al Insyiqaaq Surah : 85 Al Buruuj Surah : 86 Ath Thaariq Surah : 87 Al A’laa Surah : 88 Al Ghaasyiyah Surah : 89 Al Fajr Surah : 90 Al Balad Surah : 91 Asy Syams Surah : 92 Al Lail Surah : 93 Adh Dhuhaa Surah : 94 Alam Nasyrah Surah : 95 At Tiin Surah : 96 Al ‘Alaq Surah : 97 Al Qadr Surah : 98 Al Bayyinah Surah : 99 Al Zalzalah Surah : 100 Al ‘Aadiyaat Surah : 101 Al Qaari’ah Surah : 102 At Takaatsur Surah : 103 Al ‘Ashr Surah : 104 Al Humazah Surah : 105 Al Fiil Surah : 106 Quraisy Surah : 107 Al Maa’uun Surah : 108 Al Kautsar Surah : 109 Al Kaafiruun Surah : 110 An Nashr Surah : 111 Al Lahab Surah : 112 Al Ikhlash Surah : 113 Al Falaq Surah : 114 An Naas function myF() { var x2 = document.getElementById(“myS2”).value; var x = document.getElementById(“myS”).value; document.getElementById(“de”).innerHTML = ““; } function myF2() { var x2 = document.getElementById(“myS2”).value; var x = document.getElementById(“myS”).value; document.getElementById(“de”).innerHTML = ““; }




a. Alif Lam Syamsiyah

Hukum alif lam syamsiyah terjadi jika alif lam bertemu dengan huruf-huruf syamsiyah. Huruf hijaiah yang termasuk huruf alif lam syamsiyah yaitu, .

Cara membaca bacaan alif lam syamsiyah dengan meleburkan alif lam ke dalam huruf-huruf syamsiyah yang mengikutinya (As’ad Human. 1995. Halaman 60). Contoh bacaan alif lam syamsiyah yang ditemukan dalam Surah at-Ti – n [95] pada kata berikut.

wat-tini

as. -s. a – lih. a – ti

waz-zaituni

bid-di – ni

b. Alif Lam Qamariyah

Hukum alif lam qamariyah terjadi jika alif lam bertemu dengan huruf-huruf qamariyah, yaitu, .

Cara membaca bacaan alif lam qamariyah adalah huruf alif lam terdengar jelas dan tidak lebur dengan huruf qamariyah yang mengikutinya. Contoh bacaan alif lam qamariyah dapat ditemukan dalam Surah at-Ti-n [95] sebagai berikut.


waha – z . al-baladil-ami – n

 

c. Qalqalah


Hukum bacaan qalqalah terjadi jika ada huruf qalqalah, yaitu ق, ط, ب, ج, dan د yang dibaca mati, baik karena waqaf atau sukun. Suatu kalimat mengandung bacaan qalqalah sugra jika huruf qalqalah berharakat sukun dan berada di tengah kalimat. Cara membacanya memantulkan huruf qalqalah dengan ringan atau tipis. Bacaan qalqalah sugra dapat ditemukan dalam Surah at-Ti-n [95] terdapat pada kalimat berikut.

khalaqna-
taqwi-m

Suatu kalimat mengandung bacaan qalqalah kubra jika huruf qalqalah berharakat sukun dan berada di akhir kalimat atau karena waqaf. Cara membacanya memantulkan huruf qalqalah dengan tebal atau berat (As’ad Human. 1995. Halaman 52). Contoh bacaan qalqalah kubra dapat ditemukan pada kalimat berikut.

dibaca laqad

d. Mad Jaiz Munfas. il

Hukum bacaan mad jaiz munfas.il terjadi jika ada mad yang bertemu dengan hamzah dalam kalimat yang berbeda. Cara membacanya adalah memanjangkan madnya dengan lima harakat atau dua setengah alif. Contoh bacaan mad jaiz munfas.

il dalam Surah at-Ti – n [95] terdapat dalam kalimat berikut.

dibaca fi- ah. sani

e. Gunnah

Hukum bacaan gunnah terjadi jika ada huruf م atau ن berharakat tasydid. Cara membaca bacaan gunnah dengan mendenggung. Contoh bacaan gunnah dalam Surah at-Ti – n [95] dapat ditemukan pada kalimat berikut.

dibaca s.umma

Selain kelima hukum bacaan di depan, masih ada hukum bacaan lain. Misalnya, bacaan izhar halqi, lam jalalah tafkhim, mad ‘arid lissukun, dan mad tabi’i. Bacaan izhar halqi dapat ditemukan dalam ayat keenam, yaitu dalam kalimat berikut.

dibaca ajrun gairu

Bacaan lam tafkhim juga ditemukan dalam Surah at-Ti – n [95] yang terdapat dalam kalimat berikut.

dibaca alaisallahu

Untuk bacaan mad ‘arid lissukun terdapat pada setiap akhir ayat. Demikian juga dengan bacaan mad tabi‘i ada pada setiap ayat.

Pengetahuan kalian tentang cara membaca Surah at-Ti – n [95] perlu dipraktikkan.

Bacalah Surah at-Ti – n [95] secara bergantian dengan teman sebangku sebagai latihan.

Simaklah bacaan teman kalian dengan saksama. Segera betulkan jika terdapat kesalahan. Sebaliknya, mintalah teman sebangku kalian untuk menyimak bacaan. Jika belum yakin dengan kemampuan kalian, ulangi beberapa kali hingga kalian yakin mampu membaca Surah at-Ti – n [95] dengan baik dan benar. Selanjutnya, mintalah kesempatan kepada guru untuk menunjukkan kemampuan membaca Surah at-Ti – n [95] di depan kelas.

B. Arti Surah At-Ti – n [95]

Untuk dapat menerjemahkan ayat-ayat dalam surah at-Ti-n [95] perlu mengetahui arti setiap katanya. Simaklah arti kosakata berikut ini.

1. Kosakata

: demi (buah) Tin
: dan (buah) Zaitun
: demi Gunung Sinai
: negeri (Mekah) yang aman
: Kami telah menciptakan
: manusia
: dalam bentuk yang sebaik-baiknya
: Kami kembalikan dia
: tempat yang serendah-rendahnya
: dan mengerjakan kebajikan
: pahala
: tidak ada putus-putusnya
: (mereka) mendustakanmu
: hari pembalasan
: hakim yang paling adil

2. Terjemahan Berikut ini terjemahan Surah at-Ti – n [95] secara lengkap.
 بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
a. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
وَطُورِ سِينِينَ
b. demi Gunung Sinai,
وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ
c. dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
d. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
e. kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
f. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ
g. Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ
h. Bukankah Allah hakim yang paling adil?

@font-face{ font-family:’LPMQ’; src:url(‘https://suwur.github.io/font/lpmq.eot’); src:url(‘https://suwur.github.io/font/lpmq.eot?#iefix’) format(’embedded-opentype’), url(‘https://suwur.github.io/font/lpmq.ttf’) format(‘truetype’); font-weight:400; font-weight:normal; font-display: swap; } .arab{ font-size: 26px; line-height: 48px; font-family: LPMQ,”Traditional Arabic”,Tahoma,sans-serif; font-weight: normal; text-align: right; direction: rtl;padding:1% }

Hayya Na’mal
Cara mudah untuk menerjemahkan ayat-ayatnya adalah mengetahui arti kosakatanya. Caranya, kalian perlu membuat kotak terjemahan arti kosakatanya. Buatlah kotak kecilkecil dan tulislah lafal setiap kata lengkap dengan artinya. Selanjutnya, hafalkan katakata tersebut. Jika kalian telah hafal, kalian semakin mudah dalam menerjemahkan ayatayatnya. Begitu juga untuk ayat-ayat Al-Qur’an dalam surah-surah yang lain.

C. Kandungan Surah At-Ti – n [95]

Allah Swt. memulai Surah at-Ti – n [95] dengan bersumpah. Dua buahbuahan yang disebut dalam ayat pertama Surah at-Ti – n [95] adalah buah tin dan zaitun. Buah tin merupakan buah yang dapat dikonsumsi, sedangkan buah zaitun dapat diambil minyaknya. Menurut sebagian mufasir penyebutan kedua buah ini agar menjadi perhatian karena keduanya termasuk buah yang penting bagi manusia. Menurut sebagian mufasir, tin diartikan sebagai tempat tinggal Nabi Nuh a.s., yaitu Damaskus, tempat yang banyak tumbuh pohon Tin. Zaitun adalah Baitulmakdis yang banyak tumbuh zaitun. Gunung Sinai adalah tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu.

Dalam ayat kedua Allah Swt. bersumpah demi Gunung Sinai atau Tursina.
Tempat ini sekarang dikenal dengan nama semenanjung Sinai. Tursina menurut Ibnu Kasir adalah tempat Allah Swt. berfirman langsung kepada Nabi Musa a.s. Dalam ayat ketiga Allah Swt. menyebut balad al-Amin. Menurut sebagian mufasir yang dimaksud dengan balad al-Amin adalah Mekah. Bagi siapa saja yang masuk ke Mekah akan terjamin keamanannya. Di Mekah ini pula Nabi Muhammad saw. lahir dan di kota ini pula berdiri Kakbah yang menjadi kiblat umat Islam.

Ayat keempat menjelaskan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia diciptakan oleh Allah Swt. dalam bentuk yang bagus baik lahir maupun batin di antara makhluk yang ada di bumi. Selain bentuk yang baik, manusia juga dikaruniai akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk lain. Dengan akal yang dikaruniakan Allah Swt. manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Selain akal manusia juga dikaruniai nafsu yang mengajak kepada kemaksiatan.

Agar manusia tidak terperangkap oleh hawa nafsu, Allah Swt. mengutus rasul untuk menunjukkan kebenaran dan jalan yang lurus menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Manusia yang menggunakan akal dan mengikuti ajaran rasul akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Akan tetapi, mereka yang menuruti hawa nafsu akan terjerumus dalam kemaksiatan.

Setelah dilahirkan dalam keadaan yang sempurna manusia akan tumbuh menjadi dewasa. Keadaan tersebut tidak untuk selamanya. Manusia berangsur-angsur akan tua, kulit mulai keriput, rambut beruban, tubuh pun menjadi bungkuk. Kemampuan akal juga mulai berkurang dan kembali seperti kanak-kanak. Demikianlah penafsiran terhadap ayat kelima Surah at-Ti-n [95] oleh Hamka. (Hamka. 2006. Halaman 206)

Ayat keenam Surah at-Ti-n [95] menjelaskan bahwa manusia yang beriman dan beramal saleh sewaktu badan masih kuat, mereka akan menerima pahala yang tidak putus-putusnya. Setelah Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, mengaruniai akal, dan mengutus rasul, manusia seharusnya tidak akan mendustakan agama. Hari pembalasan pasti adanya meskipun tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui dengan pasti waktu kedatangannya. Demikian dijelaskan dalam ayat ketujuh Surah at-Ti – n [95].

Allah Swt. adalah hakim yang paling adil. Dengan keadilan-Nya, Dia akan membalas perbuatan manusia. Amal kebajikan akan dibalas dengan balasan yang sesuai dan amal keburukan akan dibalas dengan balasan yang setimpal.

Secara umum pesan pokok yang terkandung dalam Surah at-Ti – n [95] sebagai berikut.

1. Allah bersumpah demi buah tin, zaitun, bukit Tursina atau Sinai, dan negeri Mekah yang aman bahwa Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

2. Allah akan mengembalikan manusia ke tempat yang serendah-rendahnya kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.

Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tampak pada gambar proses kejadian manusia.

3. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan mendapat pahala yang tiada putus-putusnya.

4. Kepastian adanya hari pembalasan sehingga wajib kita imani.

5. Allah adalah hakim yang paling adil yang akan mengadili amal manusia.

Pada Surah at-Ti-n [95] ini juga dijelaskan bahwa manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Akan tetapi, kedudukannya dianggap sangat rendah jika tidak mau beriman dan mengerjakan kebajikan. Janji Allah yang akan diberikan kepada orang yang beriman dan gemar berbuat kebajikan adalah balasan berupa pahala yang tidak ada putus-putusnya. Penutup surah ini dijelaskan bahwa hari kiamat pasti akan terjadi. Dengan demikian, seharusnya manusia mempersiapkan diri dengan menabung amal kebajikan untuk bekal hari akhir kelak. Pada hari itulah, manusia akan diadili oleh Yang Mahaadil, yaitu Allah Swt.

Amali
Setelah mempelajari tentang Surah at-Ti – n [95], mari kita biasakan hal-hal berikut dalam keseharian.
1. Membaca Al-Qur’an minimal sehari sekali.
2. Menerapkan bacaan tajwid dalam membaca Al-Qur’an.
3. Memperhatikan makharijul huruf dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
4. Menyembah dan beribadah hanya kepada Allah Swt.
5. Mempergunakan akal yang dikaruniakan Allah Swt. untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
6. Beriman kepada hari akhir.
7. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt.

Ikhisar Quran Surah at-Ti – n

1. Surah at-Ti – n merupakan surah ke-95 dalam Al-Qur’an. Surah at-Ti – n [95] termasuk surah makkiyah yang terdiri atas delapan ayat.
2. Allah Swt. bersumpah dengan buah tin, zaitun, Tursina, dan negeri Mekah yang aman.
3. Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya dibanding makhluk yang lain. Pendidikan Agama Islam Kelas IX 10
4. Manusia dikaruniai akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk Allah lainnya.
5. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh pahala yang tidak putus-putusnya.
6. Hari pembalasan pasti datang. Pada hari tersebut Allah Swt. akan membalas amal perbuatan manusia dengan adil.
7. Allah Swt. adalah hakim yang paling adil.
8. Secara umum kandungan pokok Surah at-Ti – n [95] sebagai berikut.
a. Allah bersumpah demi buah tin, zaitun, bukit Tursina atau Sinai, dan negeri Mekah yang aman bahwa Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
b. Allah akan mengembalikan manusia ke tempat yang serendah-rendahnya kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.
c. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan mendapat pahala yang tiada putus-putusnya.
d. Kepastian adanya hari pembalasan sehingga wajib kita imani.
e. Allah adalah hakim yang paling adil yang akan mengadili amal manusia.

Muhasabah
Allah Swt. menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Allah Swt. juga mengaruniakan akal yang tidak dikaruniakan kepada makhluk lainnya. Dengan akal manusia dapat membedakan kebaikan dan keburukan. Selain akal, Allah Swt. mengutus rasul untuk menyampaikan kebenaran kepada manusia. Karunia berupa akal dan bentuk yang sebaik-baiknya dibanding makhluk yang lain hendaknya kalian manfaatkan untuk beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt. Beriman dan senantiasa beramal saleh agar memperoleh pahala yang tidak putus-putusnya.

Satu komentar pada “Quran Surah at-Tin [95]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *