Quran Surah Asy-Syar [94]

A. Bacaan Surah Asy-Syarh. [94]

1. Membaca Surah Asy-Syarh. [94]

Surah asy-Syarh. [94] dikenal juga dengan nama al-Insyira-h. dan termasuk golongan surah-surah makkiyah. Dalam surah ini seluruhnya terdiri atas 8 ayat, 27 lafal, 103 huruf. Untuk dapat membaca ayat-ayat dalam Surah asy-Syarh. [94] secara sempurna, kalian harus memperhatikan makhraj huruf dan hukum bacaan tajwidnya. Perhatikan bacaan Surah asy-Syarh. [94] dengan mencermati tanda-tanda bacaannya.

Alam nasyrah. laka s.adrak(a). Wa wad.a‘na- ‘anka wizrak(a). Allaz.i – anqad.a z. ahrak(a). Wa rafa’na- laka z.ikrak(a). Fa’inna ma’al-’usri yusra-(n). Inna ma’al-‘usri yusra-(n). Fa iz.a – faragta fans. ab. Wa ila- rabbika fargab.

2. Hukum Bacaan Tajwid Surah Asy-Syarh. [94]

Pada ayat-ayat Surah asy-Syarh. [94] di atas terdapat beberapa hukum bacaan tajwid. Dengan berpedoman pada pengetahuan hukum tajwid yang telah kalian pelajari sebelumnya, hukum bacaan tajwid dalam Surah asy-Syarh. [94] sesuai urutan ayat-ayatnya sebagai berikut.

a. Izhar Syafawi
Hukum bacaan izhar syafawi terjadi jika ada mim mati yang bertemu dengan huruf hijaiah selain mim dan ba. Cara membacanya, suara mim matinya harus jelas. Dalam Surah asy-Syarh. [94] contohnya yang terdapat pada lafal .

b. Qalqalah S.ugra –
Qalqalah s.ugra – adalah membaca huruf-huruf qalqalah, yaitu qaf, t.a, ba, jim, dan dal secara memantul karena mati disukun. Pada ayat ini ditunjukkan pada lafal . Selain qalqalah s. ugra – , ada pula qalqalah kubra-, yaitu jika keempat huruf tersebut mati karena waqaf. Misalnya pada ayat ketujuh dan kedelapan Surah asy-Syarh. [94] yang berbunyi dan .

c. Ikhfa Haqiqi
Bacaan ikhfa haqiqi berarti membaca suara tanwin dan nun mati jika bertemu dengan lima belas huruf ikhfa dengan suara samarsamar. Contohnya dalam kata , dan .

d. Mad Jaiz Munfas. il Mad jaiz munfas.

il terjadi jika ada mad yang bertemu dengan hamzah tidak dalam satu kata. Misalnya yang terdapat pada kata . Cara membacanya dengan panjang satu hingga tiga alif. Jika mad tersebut tidak bertemu dengan hamzah, disebut dengan mad t.abi’i sehingga cukup dibaca panjang satu alif.

e. Gunnah

Hukum bacaan gunnah terjadi jika ada huruf nun yang bertasydid. Cara membacanya, huruf nun dibaca berdengung. Pada Surah asy-Syarh. [94] misalnya terdapat pada ayat keenam yang berbunyi dan .

f. Alif Lam Qamariyah

Hukum alif lam qamariyah artinya membaca suara alif lam dengan jelas, tanpa masuk, jika bertemu dengan huruf-huruf qamariyah. Contohnya pada lafal yang terdapat pada ayat kelima dan keenam Surah asy-Syarh. [94].

g. Mad Iwad

Jika ada fathatain yang bertemu dengan alif atau ya mati yang berada pada akhir kalimat, madnya harus dibaca panjang satu alif. Misalnya yang terdapat pada kata . Untuk menunjukkan kemampuan kalian dalam membaca ayat-ayat Surah asy-Syarh. [94] secara fasih, dapat kalian lakukan dengan praktik membaca secara berpasangan. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk praktik membacanya.
1. Siapkan tabel evaluasi bacaan dengan menyalin contoh di bawah ini.
2. Bacalah ayatnya dengan keras. Saat salah satu siswa membaca, siswa pasangannya menjawab dan mengevaluasi serta menuliskan catatannya pada tabel yang telah disiapkan
3. Lakukan kegiatan ini secara bergantian.

B. Terjemah Surah Asy-Syarh. [94]

1. Arti Kosakata

: bukankah Kami telah melapangkan : dadamu (Muhammad) : dan Kami pun telah menurunkan : bebanmu : yang memberatkan : punggungmu : dan Kami tinggikan : sebutan (nama) mu : kesulitan : kemudahan : engkau telah selesai (dari sesuatu urusan) : tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) : engkau berharap

2. Terjemah Utuh Ayat-ayat Surah Asy-Syarh. [94]

a. : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?,
b. : dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,
c. : yang memberatkan punggungmu,
d. : dan Kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu.
e. : Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
f. : sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
g. : Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
h. : dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

C. Kandungan Surah Asy-Syarh. [94]

1. Pesan Umum Surah Asy-Syarh. [94]
Menurut sebagian mufasir, Surah asy-Syarh. [94] turun untuk menghibur Nabi Muhammad saw. yang pada saat itu ditinggal mati oleh istri dan pamannya. Dengan meninggalkan dua orang terdekatnya tersebut Rasulullah sangat berduka. Allah mengobati kesedihan beliau dengan menurunkan Surah asy-Syarh. [94] ini.

Surah asy-Syarh. [94] diawali dengan pertanyaan yang berarti penegasan bahwa, ”Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu.” Tiga ayat ini memberikan penjelasan bahwa dalam perjalanan dakwah, Rasulullah menghadapi berbagai kesedihan dan kesulitan. Dengan petunjuk dan bimbingan dari Allah, hati Rasulullah kian lapang sehingga siap menghadapi kesedihan dan kesulitan tersebut.

Beban berat yang dimaksud pada ayat ini, menurut riwayat Abu Ubaidah adalah berupa tanggung jawab nubuwwat (kenabian).

Dalam menyampaikan dakwah, Rasulullah sering menghadapi tantangan dan hambatan dari kaumnya. Mereka pada umumnya menolak seruan Rasulullah dan memilih tetap pada kemusyrikan. Meskipun ada yang menerima, mereka adalah dari golongan orang-orang lemah. Orang yang mula-mula masuk Islam (as-sa-biqu – nal awwalu-n) sedikit sekali dari golongan yang berpengaruh atau memiliki kekuasaan. (Hamka. 2006: halaman 196)

Beban berat yang ditanggung Rasulullah sepadan dengan penghargaan kepada beliau. Pada ayat selanjutnya ditegaskan bahwa Allah telah meninggikan derajat Nabi Muhammad saw. Dijelaskan oleh para

Yakini bahwa setelah kesulitan ada kemudahan.

mufasir bahwa nama Muhammad selalu mengiringi pada penyebutan nama Allah, yaitu dalam kalimat syahadat. Kalimat syahadat ini yang paling sering diucapkan kaum mukmin di penjuru bumi, mulai dari ketika melantunkan azan dan iqamah, pembacaan doa-doa, hingga khotbahkhotbah keagamaan.

Pada dua ayat kelanjutannya berisi pernyataan bahwa setelah kesulitan selalu diikuti kemudahan. Ini merupakan sunatullah. Tidak ada yang selalu menyulitkan, sebaliknya pula tidak ada yang selalu menyenangkan. Merupakan hukum alam jika kesulitan berakhir dengan kemudahan, kerja keras berakhir dengan hasil maksimal, kesabaran menanggung kesedihan akan berakhir dengan kegembiraan, ketekunan dalam belajar pasti berakhir dengan kepandaian ilmu, dan seterusnya. Dengan penegasan ayat di atas, mestinya kita tidak perlu gentar dalam menghadapi kesukaran. Jika kita mau menggunakan kemampuan diri secara maksimal, kesukaran apa pun akan ditemukan jalan keluarnya.

Pesan pokok pada kelanjutan ayatnya, jika kita telah menyelesaikan suatu urusan, harus melanjutkan dengan urusan lainnya. Kita tidak berhenti pada target yang telah dibuat, tetapi tetap membuat rencana-rencana baru dan mewujudkannya dengan kembali bekerja secara sungguh-sungguh.

Pada akhir ayat ini kita diingatkan bahwa hanya kepada Allah Swt. kita berharap. Setelah berusaha dan berdoa, kita dianjurkan bertawakal kepada Allah Swt.

2. Anjuran Bertawakal dalam Surah Asy-Syarh . [94]

Manusia merupakan makhluk Allah yang dikaruniai berbagai potensi diri berupa akal, mata hati, alat indra, maupun kekuatan fisiknya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, harus memanfaatkan potensi diri tersebut secara maksimal. Kita dilarang berpangku tangan untuk mendapatkan sesuatu tanpa disertai kerja keras. Bekerja keras merupakan kunci kesuksesan untuk meraih cita-cita yang kita inginkan.

Bekerja keras juga masih perlu dilengkapi dengan berdoa kepada Allah Swt. Jika keduanya telah dilakukan, kita cukup bertawakal. Dengan demikian, bertawakal berarti berpasrah diri kepada Allah setelah kita berusaha secara maksimal dan berdoa. Kita serahkan kepada Allah tentang ketetapan yang terbaik bagi kita.

Kerja keras merupakan kunci meraih kesuksesan.

Jika usaha yang kita lakukan ternyata berakhir dengan kegagalan, kita tetap harus sabar. Kita yakini bahwa kegagalan yang kita hadapi tersebut hanya ujian dari Allah Swt. Kegagalan tersebut bahkan merupakan pertanda awal dari kesuksesan pada masa datang. Dengan kegagalan ini, justru sering memberikan kekuatan kepada kita untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

Amali
Untuk meneladani pesan yang terkandung dalam Surah asy-Syarh. [94] kalian perlu membiasakan hal-hal berikut ini.
1. Membuat perencanaan saat hendak melakukan sesuatu.
2. Memilih mendahulukan untuk mengerjakan hal-hal yang penting.
3. Memulai suatu aktivitas dengan mengucapkan nama Allah dan dengan niatan mendapat rida-Nya.
4. Berusaha menyelesaikan kewajiban dengan sungguh-sunguh dengan bersikap optimis.
5. Tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah.
6. Membiasakan diri untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah dilakukan.
7. Banyak menyebut nama Allah sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya.
8. Menyisakan harta benda yang kita miliki untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Ikhtisar Quran  Surah Asy-Syarh. [94]

1. Surah asy-Syarh. [94] termasuk golongan surah-surah makkiyah. Pada ayat-ayat Surah asy-Syarh. [94] ini terdapat beberapa hukum bacaan tajwid.
2. Menurut sebagian mufasir, Surah asy-Syarh. [94] turun untuk menghibur Nabi Muhammad saw. yang pada saat itu ditinggal mati oleh istri dan pamannya.
3. Tiga ayat pada pembuka Surah asy-Syarh. [94] menjelaskan bahwa dalam perjalanan dakwah, Rasulullah menghadapi berbagai kesedihan dan kesulitan. Pada dua ayat kelanjutannya berisi pernyataan bahwa setelah kesulitan selalu diikuti kemudahan. Pendidikan Agama Islam Kelas IX 114
4. Dalam Surah asy-Syarh. [94] kita juga diingatkan bahwa jika telah menyelesaikan suatu urusan, harus melanjutkan dengan urusan lainnya.
5. Untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, harus memanfaatkan potensi yang ada dalam diri kita secara maksimal. Kita dilarang berpangku tangan untuk mendapatkan sesuatu tanpa disertai kerja keras.
6. Kegagalan yang kita hadapi merupakan ujian dari Allah Swt. Adanya kegagalan sesungguhnya merupakan pertanda awal dari kesuksesan yang akan diraih pada masa datang.

Muhasabah
Manusia adalah makhluk yang lemah. Kelemahan yang ada pada diri manusia tampak dengan sifat kita yang umumnya mudah mengeluh jika menghadapi masalah. Ada juga di antara kita yang putus asa. Sikap-sikap tersebut sangat dilarang dalam Islam. Kita harus ingat bahwa karunia dan nikmat Allah sangat banyak. Kita bahkan tidak mampu menghitungnya karena sangat banyaknya. Sikap terbaik yang harus kita tanamkan adalah banyak bersyukur kepada Allah. Sikap bersyukur dapat ditunjukkan dengan cara selalu memuji Allah, rajin beribadah, memanfaatkan nikmat Allah dengan baik, bekerja dengan giat, dan bersikap raja (berharap) kepada-Nya.

Satu komentar pada “Quran Surah Asy-Syar [94]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *