Iman kepada Kitab-kitab Allah

A. Pendahuluan

Setelah memahami mengenai pentingnya iman kepada rasul-rasul Allah dan malaikat-malaikat Allah, seorang muslim dituntut untuk memiliki keimanan pada ajaran yang dibawa atau disampaikan para rasul Allah. Menurut Mahmud Syaltut (1998:61) seseorang yang menyatakan beriman kepada rasul dan malaikat Allah menuntut keimanan kepada kitab-kitab Allah, baik yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad saw maupun nabi dan rasul sebelumnya.

Seperti halnya seorang kurir yang mengantarkan surat kepada kita. Bila kita percaya pada orang yang mengantarkan suratnya, dan percaya pada si penulisnya, maka orang tersebut pun patut untuk mempercayai isi kandungan dalam surat tersebut. Dalam kaitan masalah ini, percaya pada kitab-kitab Allah merupakan bagian dari keimanan yang harus ditunjukkan oleh seorang muslim.

Bagi seorang muslim, bila Rasulullah Muhammad saw dikatakan sebagai nabi dan rasul terakhir, maka Al-Qur’an pun adalah kitab atau risalah yang terakhir. Al-Qur’an merupakan kita suci yang mengandung pokok ajaran mengenai akidah, dan syariah serta bentuk-bentuk penampakkan perilaku yang baik (akhlakul karimah).

B. Pengertian Iman kepada Kitab-kitab Allah

Percaya kepada wahyu (kitab-kitab) yang diturunkan Allah Swt., berarti tidak hanya percaya kepada Al-Qur’an, tetapi juga percaya kepada segala wahyu yang diturunkan dalam semua masa, serta yang diturunan kepada setiap umat. Bila ada yang bertanya, mengapa seorang muslim wajib beriman kepada kitab-kitab Allah selain kitab suci Al-Qur’an ?

Mahmud Syaltut berpendapat bahwa tuntunan pentingnya beriman kepada kitab-kitab Allah karena antara kitab yang satu dengan kita yang lainnya, memiliki kesatuan risalah ketuhanan. Artinya, setiap nabi yang diutus Allah Swt., membawa ajaran yang sama dan tujuan yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah Swt. Oleh karena itu, dimanapun tinggalnya, setiap umat manusia di muka bumi diturunkan buku pedomannya masing-masing. Hal ini ditegaskan dalam Qur’an Surah Al-Fatir ayat 24.

Terjemahan

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Qs. Al-Fatir : 24)

Maksud “membawa kebenaran” yaitu membawa agama tauhid dan hukum-hukumnya. Dalam ayat yang lain, beriman kepada kitab-kitab Allah merupakan bagian dari rukun Iman dalam ajaran Islam. Dalam ayat 136 surah Al-Baqarah dikemukakan bahwa salah satu ciri orang muslim (tunduk dan patuh) itu yakni beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Terjemahan

Katakanlah (hai orang-orang mukmin), “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqarah : 136)

Kitab-kitab Allah yang sudah disampaikan kepada nabi dan rasul-Nya ada empat, yaitu :

1) Kitab Taurat yang disampaikan kepada Nabi Musa as.

2) Kitab Zabur yang disampaikan kepada Nabi Daud as.

3) Kitab Injil yang disampaikan kepada Nabi Isa as.

4) Kitab Al-Qur’an disampaikan kepada Nabi Muhammad saw.

Karena itu seorang muslim harus percaya pada Kitab Taurat, Injil dan wahyu-wahyu lain yang diturunkan Allah Swt. Selain keempat kitab suci tersebut, ada nabi dan rasul yang mendapatkan lembaran-lembaran kitab. Terhadap bentuk kitab-kitab ini pun kita wajib untuk mengimaninya sebagai bagian dari kitab-kitab Allah Swt. Bentuk kitab suci ini disebut mushaf (suhuf) sebagaimana yang disampaikan kepada nabi Ibrahim as dan nabi Musa as. firman Allah Swt dalam Qur’an surah Al-‘Ala ayat 18-19, berbunyi :

Terjemahan

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (QS. Al-A’la: 18 – 19)

Secara umum, ada empat perilaku seorang muslim yang menunjukkan sikap iman kepada kitab-kitab Allah. Keempat tindakan tersebut, yaitu :

1) Meyakini keberadaan kitab-kitab Allah. Seorang muslim wajib menyakini adanya kibat-kitab Allah, selain kitab suci Al-Qur’an. Sikap ini merupakan konsekuensi dari sikap iman seorang Muslim terhadap Al-Qur’an. Dengan kata lain, ketika Al-Qur’an mengataka bahwa ada kitab-kitab Allah selain Al- Qur’an maka seorang Muslim wajib beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.

2) Meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah Swt kepada manusia. Kehadiran ajaran-ajaran kitab suci yang sebelumnya, tetap dapat berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan kitab suci Al-Qur’an. Hal ini terkait dengan adanya bukti bahwa kitab suci sebelum Al-Qur’an banyak yang sudah direkayasa oleh manusia sehingga sudah tidak asli lagi. Sementara terhadap, ajaran-ajaran yang masih relevan dengan Al-Qur’an dapat digunakannya sebagai pengetahuan sekaligus memperkuat keimanan kita terhadap ayat suci Al-Qur’an.

Ada beberapa contoh yang membuktikan bahwa ajaran dalam kita suci sebelum Al-Qur’an pun ada juga yang relevan dengan Islam. Misalnya saja 10 Perintah Tuhan (The Ten Commandements) yang disampaikan kepada Nabi Musa as dan Nabi Isa as.

Dalam The Ten Commandements tersebut di nyatakan bahwa (1) jangan perserikatkan Tuhan dengan apa pun, (2) Tunjukkan keramahan kepada kedua orangtua, atau jangan berbuat kasar kepada mereka, (3) jangan membunuh anak-anak kalian karena takut miskin, sebab Kami melengkapi kebutuhan hidup kalian dan mereka, (4) jangan menghampiri perbuatan-perbuatan onar, baik yang terbuka maupun yang tertutup, (5) jangan membunuh siapapun yang di larang Tuhan, kecuali melalui proses hukum. Tuhan menginstruksikan ini kepada kalian supaya kalian menggunakan akal sehat, (6) jangan mendekati kekayaan anak yatim sebelum ia mencapai usia matang, kecuali untuk mengembangkannya, (7) penuhkan sukatan dan timbangan dengan segala keadilan, Tuhan tidak membebani seseorang kecuali semampunya, (8) kapanpun kalian berbicara, adillah sekalipun terhadap kaum kerabat, (9) penuhi janji Tuhan. Tuhan telah menginstruksikan ini kepada kalian semoga kalian ingat, (10) inilah jalan-Ku yang lurus. Ikutilah dan jangan mengikuti jalan-jalan sehingga kalian terpisah dari jalan-Nya. Demikian Tuhan menginstrukskan kepada kalian semoga kalian melakukan tugas kalian.

3) Menjaga shilaturahmi dan atau ukhuwwah dengan sesama ahlul kitab. Siapapun orangnya, bila dia menganut kepercayaan terhadap kitab-kitab yang telah turunkan Allah Swt., dia dapat dikelompokkan sebagai saudara bagi seorang muslim.

4) Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Islam memberikan keterangan bahwa salah satu fungsi turunnya Al-Qur’an itu adalah memberikan penjelasan atau keterangan kepada manusia tentang ajaranajaran dalam kitab yang sudah diturunkan sebelumnya. Dengan demikian, melalui ajaran Al-Qur’an ini manusia dapat memberikan keputusan atau hukum kepada sesama manusia secara adil sesuai dengan syari’at Islam.

Allah Swt berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 48, yang artinya:

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, Al-Qur’an membenarkan apa yang termasuk dalam kitab-kitab suci yang lain, tetapi juga menguji kemurinian dari kitab-kitab suci itu. Karena itu Al-Qur’an memuat kisah-kisah dari nabi-nabi yang tedahulu, selain untuk mengambil pelajaran, juga mendudukan kejadian yang sebenarnya.

Begitulah Al-Qur’an memuat kisah-kisah dari Nabi Adam as., Nabi Nuh as., Nabi Ibrahim as., dan lain sebagainya.

C. Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah

  1. Beriman pada kitab, salah satu ciri orang bertaqwa

Terjemahan

Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (Qs. Al-Baqarah : 4)

Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad saw. ialah Kitab- Kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an seperti Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Para rasul. Allah menurunkan kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril as., lalu Jibril menyampaikannya kepada rasul.

2. Menjadikan pedoman hidup dan penengah konflik

Terjemahan

Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran). (Qs. Al-Baqarah : 176)

D. Hikmah Iman kepada Kitab-kitab Allah

1. Taat pada aturan yang dituangkan dalam Kitab

Terjemahan

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membedabedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Qs. Al-Baqarah : 285)

  1. Mendapat berkah

Terjemahan

Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar me-reka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.. (Qs. As-Sad: 29)

Mengajarkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Beriman kepada kitab-kitab Allah menunjukkan bahwa seorang muslim dituntut untuk mengembangkan kemampuan membaca dan belajar tentang situasi.

Terjemahan

1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(Qs. Al-Alaq 1 – 5)

Beriman kepada kitab-kitab Allah mengajarkan kepada umat untuk terbiasa dengan sikap kritis

Terjemahan

(apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Qs. Az-Zumar : 9)

  1. Memiliki pedoman.

(ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. (Qs. An-Nur : 1)

  1. Tidak beriman sama dengan sesat

Terjemahan

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauhjauhnya. (Qs. An-Nisa : 136)

  1. Berita gembira bagi umat

Terjemahan

Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Al-Baqarah : 97)

  1. Menjadi petunjuk dan pengajaran

Terjemahan

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Qs. Al-Maidah : 46)

  1. Terhindar dari kerugian

Terjemahan

Dan sekali-kali janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang rugi. (Qs. Yunus : 95)

E. Penutup

Pembahasan mengenai iman kepada kitab-kitab Allah ini memberikan satu anjuran tentang pentingnya kesadaran seorang muslim bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitab kepada umat terdahulu.

Namun demikian, sejarah membuktikan bahwa hukum terdahulu akan menjadi hukum yang berlaku bila diperkuat oleh hukum yang baru, dan bila dikoreksi oleh peraturan yang baru, maka hukum yang lama menjadi tidak berlaku. Dalam kaitan dengan masalah inilah, maka hadirnya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir, seorang muslim dituntut untuk percaya pada kitab-kitab Allah yang terdahulu namun menyakini ajaran-ajarannya sepanjang dibenarkan berdasarkan kitab suci Al-Qur’an.

Refleksi

Pembahasan mengenai iman kepada kitab-kitab Allah ini memberikan satu anjuran tentang pentingnya kesadaran seorang muslim bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitab kepada umat terdahulu. Namun demikian, sejarah membuktikan bahwa hukum terdahulu akan menjadi hukum yang berlaku bila diperkuat oleh hukum yang baru, dan bila dikoreksi oleh peraturan yang baru, maka hukum yang lama menjadi tidak berlaku. Dalam kaitan dengan masalah inilah, maka hadirnya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir, seorang muslim dituntut untuk percaya pada kitab-kitab Allah yang terdahulu namun menyakini ajaran-ajarannya sepanjang dibenarkan berdasarkan kitab suci Al-Qur’an.

Setelah itu, kita semua berharap, dengan adanya kitab-kitab Allah ini akan menjadi orang yang mendapatkan petunjuk dan mendapatkan kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akherat. Amin.

Rangkuman

Seorang muslim wajib beriman kepada Kitab-kitab Allah, baik yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad saw maupun kepada nabi-nabi sebelumnya.

Allah Swt telah menurunkan Kitab Suci kepada empat orang rasul, yaitu Kitab Zabur kepada Nabi Daud as., Kitab Taurat kepada Nabi Musa as., Kitab Injil kepada Nabi Isa as., dan kitab suci Al- Qur’an kepada Rasulullah Muhammad saw.

Perilaku nyata beriman kepada kitab-kitab Allah dapat ditunjukkan dengan cara menghormati dan menghargai keberadaan kitab-kitab Allah Swt.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang terakhir yang diturunkan Allah Swt kepada umat manusia. Oleh karena itu, sikap beriman kepada Kitab sebelumnya tidak boleh bertentangan dengan ajaran yang dituangkan dalam kitab suci Al-Qur’an.

Seorang muslim diharamkan untuk mengakui ada kitab suci lain setelah kitab suci Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *