..
Orang pilihan bukanlah mereka yang hidupnya Lancar Saja
Orang pilihan bukanlah mereka yang hidupnya Lancar Saja
-
Jika Musa A.S adalah manusia pilihan, kenapa ia harus terusir dari negerinya Mesir? Lalu ia pergi sendiri ke Negeri Madyan hingga mengalami kelaparan kehausan dan tak ada makanan sedikit pun. Segala keberlimpahan harta dan tahta di Negeri Mesir malah diberikan oleh Allah kepada Fir'aun bukan kepada Musa.


Jika Yunus A.S adalah manusia pilihan, kenapa Allah mengizinkan Yunus ditelan ikan paus? Sendiri, sunyi, dan takut dalam 3 lapis kegelapan. kegelapan malam, Kegelapan laut dan kegelapan perut ikan.


Kalau Ibrahim A.S itu adalah manusia pilihan, mengapa ia harus dilemparkan ke dalam Api? Kenapa juga Allah sempat membuatnya berjauhan dengan istrinya? Dan kenapa juga ia ditunda mendapatkan anak? Sampai usianya tua dan beruban ia masih menanti kehadiran anak. Sudah dapat anak masih disuruh menyembelihnya lagi.


Hal yang sama juga terjadi pada Zakaria A.S, kalau ia adalah manusia pilihan Allah, kenapa juga ia harus menanti puluhan tahun agar dapat anak? Bukan jor-joran langsung dikasih anak banyak dengan cepat? Jadi jika ada yang belum dikaruniai anak lama, bisa jadi mereka adalah orang-orang pilihan yang sedang dilatih Allah meneladani apa yang dialami Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria.


Kemudian lanjut lagi, kalau Ayyub A.S adalah manusia pilihan, kenapa Allah menjadikan ia miskin, mengidap penyakit yang menjijikkan dan diambil nyawa semua anaknya?


Kalau Yusuf A.S adalah manusia pilihan, kenapa Yusuf menjadi sasaran kebencian saudara-saudaranya? sampai ia dimasukkan ke dalam sumur. Lalu Yusuf pun pernah difitnah dan masuk penjara. Kenapa Allah mengizinkan semua ini terjadi padanya?


Dan Kalau Muhammad S.A.W adalah manusia pilihan,  mengapa Allah mengambil nyawa kedua orang tuanya dan menjadikannya Yatim piatu sejak ia masih kecil? Kenapa dia juga menghadapi permusuhan dan kebencian yang amat sangat dari pamannya sendiri, Abu Lahab serta berbagai tantangan dan kesulitan lainnya?


###


Hidup di dunia bukanlah soal siapa yang paling cepat, atau siapa yang mendapatkan paling banyak kesenangan. Tapi siapa yang paling tangguh, sabar dan tabah menghadapi berbagai tantangan cobaan.


Sejarah telah menunjukkan bahwa orang-orang pilihan bukanlah mereka yang hidupnya lempeng-lempeng saja banyak kesenangan dunia. Akan tetapi, mereka yang terbiasa menghadapi ujian. Jika ingin masuk surga pun harus siap untuk dicoba


Apakah kita ini termasuk orang-orang terpilih? Sudah berapa banyak Ujian/cobaan Allah sudah kita lewati? Berapa banyak goncangan sudah kita hadapi?


Atau apakah kita ini ada di dunia malah hanya jadi sebagai batu ujian saja buat mereka orang-orang yang terpilih?


Ada ayat yang bunyinya cukup jelas :


"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh MALAPETAKA dan KESENGSARAAN, serta DIGONCANGKAN (dengan bermacam-macam cobaan)....... (Al Baqarah 214).


Selain itu, ada juga hadist :


"Orang yang paling besar ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian orang yang berikutnya lagi, dan yang berikutnya lagi. Seseorang diuji berdasarkan ukuran kadar keimanannya. Kalau ternyata keimanannya sangat kuat, maka Allah tambah ujiannya. Jika dia tegar tatkala menghadapi ujian, Allah tambah ujiannya dan tatkala imannya lemah, maka Allah akan ringankan ujiannya."


(Hadts Riwayat Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Syaikh Al-Albniy rahimahullh dalam Shahh At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadts ini shahih)




team2

___

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

1 Komentar

  1. mencoba membuat komentar

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berbagi info Mulia untuk dakwah dan syiar Islam.
Anda punya tulisan yang ingin di tampilkan di website ini? Silakan hubungi admin.