A. Mengenal Sikap Takabur


1. Pengertian Takabur

Takabur merupakan kata yang sudah tidak asing bagi telinga. Takabur atau sombong berarti membesarkan diri dan menganggap dirinya lebih dari orang lain. Menurut istilah, takabur berarti suatu sikap mental yang memandang rendah terhadap orang lain, sementara itu ia memandang tinggi dan mulia dirinya sendiri. Takabur juga dapat diartikan dengan berbangga diri dan kecenderungan memandang diri berada di atas orang lain yang disombonginya.

Sombong atau takabur merupakan penyakit hati yang dapat melanda manusia, baik laki-laki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak. Sombong termasuk perilaku tercela yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia. Sombong merupakan sifat iblis. Ingatlah ketika Allah Swt. memerintahkan kepada iblis untuk bersujud kepada Adam. Iblis dengan sombongnya menolak perintah Allah Swt.

Penolakan iblis terhadap perintah Allah Swt. disebabkan ia merasa lebih terhormat dan mulia dari Adam. Iblis yang diciptakan oleh Allah Swt. dari api merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.

Qa-la ya- ibli-su ma – laka alla- taku-na ma’as-sa-jidi – n(a). Qa-la lam akul li’asjuda libasyarin khalaqtahu- min s. als. a – lin min h.ama’im masnu-n(in)

Artinya: Dia (Allah) berfirman, ”Wahai iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu. Ia (iblis) berkata, ”Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Q.S. al-H. ijr [15]: 32–33)

2. Ciri Sikap Takabur

Sifat takabur yang dimiliki iblis menyebabkan mereka dikeluarkan dari surga. Selain itu, mereka juga direndahkan derajatnya oleh Allah Swt. Sifat yang demikian tentu tidak patut kita miliki. Apa ciri takabur? Rasulullah saw. menjelaskan ciri takabur dalam hadis yang artinya, ”Takabur adalah (sifat) orang yang mengingkari/menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (H.R. Abu Daud dan Hakim)

Di antara ciri-ciri takabur sebagai berikut.
a. Suka memuji diri sendiri dan membanggakan harta, ilmu, dan keturunan.
b. Suka meremehkan orang lain.
c. Gemar mencela dan mengkritik orang lain dengan kritik yang menjatuhkan.
d. Memalingkan muka ketika bertemu dengan orang lain.
e. Berlagak dalam berbicara.
f. Pemboros dalam penggunaan harta benda.
g. Suka berlebih-lebihan.
h. Jarang memuji kelebihan orang lain.
i. Tidak mau meminta maaf jika melakukan kesalahan.

3. Contoh Takabur

Contoh sikap takabur yang paling terkenal dan sikap takabur yang pertama kali dilakukan adalah kesombongan iblis yang menolak bersujud kepada Adam. Iblis merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan Allah dari tanah. Hal ini terekam dalam berbagai ayat Al-Qur’an yang salah satu telah disebutkan di bagian depan yaitu Surah al-H. ijr [15]: 32–33. Contoh lain dapat kita temukan dalam kehidupan di sekitar kita.

Dalam keseharian kita sering melihat orang kaya menghina orang lain karena kemiskinannya. Ada pula orang miskin yang menghina mereka yang lebih miskin darinya. Tidak sulit pula kita temukan orang yang merasa cantik dan membanggakan kecantikannya menertawakan dia yang buruk rupa. Mereka yang pandai menghina perolehan nilai temannya. Semua sikap tersebut merupakan wujud dari sikap takabur atau sombong dalam hati mereka.

Dari beberapa contoh di atas, kita mengetahui bahwa sarana untuk bersikap sombong sangat banyak. Misal, harta, ilmu, kedudukan, ketampanan, kecantikan, dan keturunan. Itu hanya sebagian kecil halhal yang berpotensi menimbulkan sikap takabur.

Takabur merupakan perilaku tercela yang tidak pantas dimiliki oleh manusia. Yang pantas memiliki sifat takabur hanya Allah Swt. sebab Dialah pemilik seluruh makhluk. Orang-orang yang memiliki sifat takabur berarti memakai selendang Allah Swt. Dalam hadis qudsi dari Abu Abu Hurairah dan Abu Sa‘id al-Khudri berkata: Bersabda Rasulullah saw. bahwa Allah Azza Wajalla berfirman:

Artinya: Allah yang Mahamulia lagi Mahaagung berfirman: ”Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang menyaingi Aku dalam salah satunya, Aku pasti menyiksanya. (H.R. Muslim)

4. Pembagian Sikap Takabur

a. Dilihat dari pelaku
Sifat takabur dilihat dari pelakunya dibagi menjadi dua sebagai berikut.

1) Takabur Batin
Takabur batin yaitu sifat dalam jiwa yang tidak terlihat. Takabur batin dilakukan oleh hati dan perasaan yang menganggap dirinya lebih tinggi dan menganggap rendah orang lain.

2) Takabur Lahir
Takabur lahir merupakan takabur yang dilakukan atau ditunjukkan oleh anggota badan, seperti gerak-gerik tubuh, tutur kata, dan raut muka. Contoh, Badu bertemu dengan Dina. Badu merasa dirinya lebih mulia sehingga ia mengeluarkan kata yang menunjukkan perilaku takabur.

b. Dilihat dari Pihak yang Disombongi
Sifat takabur jika dilihat dari pihak yang disombongi (mutakabbir alaih) dibagi menjadi tiga sebagai berikut.

1) Takabur kepada Allah Swt.
Sombong atau takabur kepada Allah Swt. berarti menyombongkan diri di hadapan Allah Swt. Contoh takabur kepada Allah Swt. adalah tidak mau mengakui bahwa Dia adalah khaliq. Seseorang yang tidak mau menyembah Allah Swt. berarti telah berperilaku sombong kepada-Nya. Orang yang tidak mau menyembah dan memohon kepada Allah Swt. dikategorikan sebagai orang yang tidak membutuhkan Allah Swt. Merasa tidak membutuhkan Allah Swt. termasuk perilaku takabur kepada-Nya. Sikap takabur kepada Allah Swt. harus dimusnahkan sebab ia adalah perilaku takabur yang terburuk.

2) Takabur kepada Rasul

Takabur kepada rasul Allah Swt. dapat diartikan dengan merasa dirinya mulia sehingga merasa tidak perlu mengikuti para rasul. Mereka menganggap rasul adalah manusia biasa sehingga tidak perlu dianut dan dipatuhi. Kesombongan seperti ini menyebabkan mereka tidak mau mengikuti ajaran rasul. Contoh takabur kepada rasul adalah meninggalkan perintah rasul dan menjalankan larangannya.

3) Takabur kepada Manusia
Takabur kepada manusia dapat berupa sikap memuliakan dirinya sendiri dan menganggap orang lain hina. Takabur kepada manusia juga dapat berupa keinginan untuk selalu berada di atas orang lain. Keinginan ini menyebabkannya menganggap rendah orang lain. Contoh takabur kepada manusia adalah berkata yang menunjukkan sifat takabur.

Sifat-Sifat Turunan Takabur

Sifat-sifat turunan takabur antara lain sebagai berikut.

1. Pemarah

Pemarah merupakan salah satu sifat turunan takabur. Seseorang yang takabur akan cepat marah jika dikritik orang lain. Ia tidak bisa menerima kritik orang lain sebab ia merasa paling benar dan mulia.

2. Pendengki

Orang yang takabur merasa dengki jika orang lain menerima karunia Allah Swt. Hal ini karena ia khawatir karunia tersebut dapat menyaingi atau mengalahkannya.

3. Pendendam

Orang yang takabur akan merasa dendam jika ada orang yang dapat menyaingi atau mengalahkannya. Selain itu, jika ada yang mengkritik ia juga akan merasa dendam kepada orang tersebut.

4. Pembohong

Manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Orang yang takabur cenderung berbohong untuk menutupi kekurangan yang ada pada dirinya. Ia akan merasa malu jika kekurangan tersebut diketahui orang lain. Oleh karena itu, ia berbohong untuk menutupinya.

5. Pemfitnah

Tidak jarang orang yang takabur melakukan fitnah. Untuk mengalahkan orang lain ia akan memfitnah orang tersebut.

B. Menjauhi Takabur dalam Kehidupan

Perilaku takabur merupakan sifat iblis yang tidak sepantasnya dimiliki manusia. Selain sebagai sifat iblis, takabur mendatangkan dampak negatif bagi pelakunya. Kerugian yang dirasakan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

1. Dampak Negatif Sikap Takabur

Takabur merupakan perilaku tercela yang berdampak negatif bagi kehidupan. Di antara dampak negatif takabur sebagai berikut.

a. Dijauhi Orang Lain
Seseorang yang memiliki sifat takabur suka meremehkan dan memandang rendah orang lain. Ia menganggap dirinya yang paling baik. Oleh karena sifatnya tersebut, orang lain merasa enggan mendekat dan berteman.
Dengan demikian, pelaku takabur akan dijauhi orang lain. Teman dan saudara akan berkurang, sedangkan lawan atau musuh semakin bertambah.

b. Merusak Pergaulan
Takabur dapat merusak pergaulan. Takabur dapat merenggangkan tali silaturahmi. Persahabatan dan persaudaraan dapat terputus sebab perilaku takabur. Perilaku merendahkan orang lain dan merasa mulia lama-kelamaan menyebabkan orang lain enggan bertemu atau bersahabat. Sahabat menjadi berkurang dan teman menjadi berkurang. Dapat disimpulkan bahwa pergaulan dapat rusak dan tali silaturahmi dapat terputus akibat perilaku takabur.

c. Menyebabkan Orang Tidak Berkembang
Seseorang yang memiliki sifat takabur cenderung tidak berkembang. Hal ini karena ia merasa lebih baik dari orang lain sehingga tidak ada usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Pikiran dan perasaan tersebut menyebabkan orang takabur tidak mengalami kemajuan dan perkembangan. Ia berjalan di tempat tanpa ada kemajuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perilaku takabur dapat menyebabkan orang tidak berkembang.


d. Cenderung pada Kemaksiatan
Takabur menyebabkan seseorang menolak kebenaran. Oleh karena itu, ia cenderung melakukan kemaksiatan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut.

Sa’as. rifu ‘an a-yatiyal-laz . i – na yatakabbaru – na fil-ard.i bigairil-h. aqq(i), waiy yarau kulla a – yatil la- yu’minu – biha-, waiy yarau sabi-lar-rusydi layattakhiz . u – hu sabi-la-(n), waiy yarau sabila-l-gayyi yattakhiz . u – hu sabi-la.(n), z.a – lika bi’annahum kaz . z . abu – bi’a – ya-tina – wa ka-nu- ‘anhaga- fili – n(a)
Artinya: Aku akan palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. (Q.S. al-A‘ra – f [7]: 146)

e. Hilangnya Kasih Sayang di antara Sesama

Seseorang yang memiliki sifat takabur tidak memiliki perasaan untuk mencintai dan menyayangi sesama. Yang ada hanya perasaan lebih mulia dan tinggi daripada orang lain. Lambat laun rasa kasih dan sayang kepada orang lain hilang.

f. Terhalang untuk Masuk Surga
Seseorang yang memiliki sifat sombong tidak akan masuk surga. Sifat takabur akan menghalangi seseorang untuk masuk surga. Hal ini merupakan dampak negatif takabur di akhirat. Perhatikan sabda Rasulullah saw. berikut.

Artinya: Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi (atom) dari kesombongan. (H.R. Muslim)

g. Mendapat Balasan Neraka Jahanam
Orang yang memiliki sifat takabur tidak akan masuk surga. Mereka akan mendapat balasan neraka Jahanam. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.

Fadkhulu – abwa – ba jahannama kha-lidi-na fi-ha-, fa labi’sa mas.walmutakabbiri- n(a)

Artinya: Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri. (Q.S. an-Nah.l [16]: 29)

Dalam ayat yang lain Allah Swt. berfirman seperti berikut.

Udkhulu – abwa – ba jahannama kha – lidi-na fi-ha-, fa bi’sa mas.walmutakabbirin( a)

Artinya: (Dikatakan kepada mereka), ”Masuklah kamu ke pintu-pintu nereka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (Q.S. al-Mu’min [40]: 76)

h. Allah Swt. Akan Menjatuhkan Derajatnya
Orang-orang yang takabur akan dijatuhkan derajatnya oleh Allah Swt. Perhatikan sabda Rasulullah berikut ini.

Artinya: Barang siapa bertawadu’ karena Allah, maka akan diangkat derajatnya oleh Allah dan barang siapa yang sombong, maka akan dijatuhkan derajatnya oleh Allah. (H.R. Bazzar)

(Uwes al-Qorni. 1997. Halaman 56)

Demikianlah dampak negatif takabur dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Dengan melihat dampak negatif yang diakibatkannya, semestinya kita terpacu menghilangkannya dari kehidupan. Apa yang mesti dilakukan agar terhindar dari sifat takabur?

2. Cara Menjauhi Sikap Takabur

Takabur adalah gangguan yang terdapat dalam hati manusia. Fitrahmanusia yang lurus dan tunduk kepada Allah termasuki oleh getaran nafsu sehingga menjadi liar. Oleh karena itu, untuk mengobati penyakit takabur ini, kita memerlukan obat ketuhanan yang ampuh. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

a. Mendekatkan Diri kepada Allah Swt.
Seseorang yang dekat kepada Allah Swt. merasa senantiasa berada di bawah pengawasan-Nya. Dengan demikian, ia akan merasa selalu bersama-Nya dan malu berperilaku takabur. Oleh karena ada yang berhak untuk menyandangnya, yaitu Allah. Manusia tidak pantas untuk menyombongkan diri.

b. Senantiasa Bersyukur atas Nikmat-Nya
Nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah Swt. harus disyukuri. Nikmat dan karunia Allah Swt. kepada Anda tidak terhitung banyaknya. Nikmat berupa harta, anggota tubuh, ketampanan, kedudukan, dan karunia lainnya mesti disyukuri. Bersyukur dapat dilakukan dengan memanfaatkan karunia-Nya sebaik-baiknya.

c. Menyadari bahwa Manusia Berkedudukan Sama di Hadapan Allah

Karunia berupa kecantikan dan ketampanan mesti disyukuri. Kecantikan dan ketampanan bukan untuk disombongkan. Ingat! Kecantikan dan ketampanan hanya sementara bukan selamanya. Dengan berjalannya waktu ketampanan dan kecantikan akan hilang. Selain itu, hal lain yang perlu diingat bahwa Allah Swt. tidak membedakan manusia berdasarkan ketampanan, kecantikan, kekayaan, kedudukan, dan beberapa perbedaan lainnya.


Allah Swt. memandang manusia dari segi ketakwaan kepada- Nya. Perhatikan sabda Rasulullah saw. berikut ini.

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentuk tubuh dan rupamu, tetapi Allah memandang kepada hati dan amalmu. (H.R. Muslim)

Kesadaran bahwa Allah Swt. tidak pernah membedakan manusia berdasarkan jabatan, kekayaan, dan perbedaan lainnya sangat diperlukan. Diharapkan kesadaran tersebut akan membawa seseorang merasa tidak pantas untuk bertakabur.

d. Menyadari bahwa Dunia Hanya Sementara
Dunia, harta, ketampanan, kecantikan, kedudukan, dan keturunan merupakan titipan Allah Swt. Dia sebagai pemilik dapat mengambilnya sewaktu-waktu. Kesadaran bahwa dunia hanya sementara dan tidak abadi dapat menyebabkan seseorang merasa enggan untuk bertakabur. Harta, ketampanan, kecantikan, kedudukan, dan keturunan hendaknya menjadikan kita semakin dekat kepada Allah Swt. Bertakabur dengan hal-hal tersebut justru menjauhkan kita dari-Nya.
Harta benda yang dikaruniakan Allah Swt. hendaknya dipergunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Karunia berupa harta tidak sepantasnya dipergunakan sebagai alat untuk bertakabur. Sesama manusia yang kekurangan bukan untuk diejek atau direndahkan. Akan tetapi, mereka hendaknya dibantu dengan harta yang dikaruniakan Allah Swt. Begitu juga dengan ketampanan, kecantikan, kedudukan, dan keturunan hendaknya menjadi sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

e. Membiasakan Diri Bersikap Ramah kepada Semua Orang
Bersikap ramah bukan hanya ditujukan kepada orang-orang yang berada di atas kita. Misalnya kepada atasan, pejabat, dan orang terpandang. Sikap ramah mesti ditunjukkan kepada semua orang. Meskipun yang dihadapi adalah orang yang miskin, sikap ramah mesti ditunjukkan. Kepada orang yang lebih tua kita mesti bersikap ramah. Begitu juga kepada orang yang lebih muda, rakyat biasa, pejabat, dan anak-anak. Membiasakan sikap ramah kepada semua orang dapat menjauhkan kita dari perilaku takabur. Selain itu, sikap ramah kepada semua orang dapat menciptakan hubungan yang harmonis antarsesama manusia.

f. Memohon Perlindungan kepada Allah Swt.
Hanya kepada Allah Swt. kita memohon perlindungan dan keselamatan. Setiap saat kita senantiasa membutuhkan pertolongan Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memohon perlindungan Allah Swt. agar dijauhkan dari perilaku takabur. Senantiasa memohon kepada Allah Swt. agar dikaruniai sifat-sifat terpuji.

Usaha untuk menghindari perilaku takabur mesti dilakukan oleh semua orang. Oleh karena takabur dapat menyerang dan menghinggapi semua orang. Selain itu, takabur yang hanya membawa dampak negatif mesti dihapuskan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan hidup menjadi lebih tenang, tenteram, dan indah.

Selain cara di atas, cara lain untuk menghindari sifat takabur sebagai berikut.
a. Merenungkan dan menyadari bahaya sifat takabur, baik di dunia maupun di akhirat.
b. Membiasakan diri secara perlahan-lahan untuk bersikap tawadu’.
c. Menyadari kelebihan yang dimiliki oleh orang lain.
d. Menyadari kekurangan diri.
e. Menyadari bahwa manusia tidak luput dari salah dan segera beristigfar.
f. Merenungkan dan memahami peringatan Allah Swt. tentang sifat takabur.

Menjauhi sikap takabur merupakan kewajiban setiap muslim. Artinya, kita harus menjaga diri kita dari sikap tercela tersebut. Untuk itu, kita perlu melakukan introspeksi diri. Dalam pembiasaan kali ini kalian diajak untuk menjaga diri dari dua pertanda utama sikap takabur, yaitu merasa lebih baik dari orang lain dan menganggap rendah orang lain. Keduanya ada kalanya terjadi pada saat bersamaan, ada kalanya pula tidak.

Amali
Untuk pembiasaan yang pertama, jagalah diri dari sikap merasa lebih baik dari orang lain. Bahkan, jika memang kita lebih baik darinya. Merasa lebih baik merupakan pertanda awal munculnya sikap takabur. Selama satu bulan berusahalah untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain dalam hal apapun. Jika dalam hati terbesit rasa lebih baik dibandingkan orag lain, yakini bahwa kita juga memiliki kekurangan dan kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Setelah satu bulan, lanjutkan pembiasaan pertama ini dan tambahlah dengan sikap kedua, yaitu tidak meremehkan orang lain dalam hal apapun. Lakukan juga selama satu bulan. Setelah satu bulan diharapkan kalian telah terbiasa menjaga diri dari sikap takabur.

Ikhisar Takabur : Pengertian, Contoh, Dampak

1. Takabur adalah sikap memandang tinggi diri sendiri dan meremehkan orang lain. Dalam definisi yang lain, takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
2. Takabur dapat dilihat dari ciri-ciri sifat tersebut dalam diri seseorang.
3. Takabur dapat dilakukan kepada Allah, rasul, maupunmanusia pada umumnya. Hal terburuk di antara ketiganya adalah rasa takabur terhadap Allah Swt.
4. Sikap takabur membawa dampak negatif dalam kehidupan pelakunya. Dampak tersebut dapat menghancurkan jiwa pelaku dan mengganggu kehidupan sosialnya.
5. Sikap takabur dapat dihilangkan dengan cara menghayati hakikat kehidupan kita sebagai makhluk Allah yang Maha Perkasa.

Muhasabah
Adakalanya kita merasa paling pandai sekelas, paling kaya sesekolah, atau paling tampan diantara teman yang lain. Akan tetapi, pernahkah kita meluaskan pandangan bahwa ada belahan dunia di luar sana. Ada dunia di luar sekolah kita. Ada dunia di luar kelas kita. Bahkan, ada dunia di luar dunia sekitar kita.

Saat hati kita merasa lebih dari orang lain, tanyakanlah dalam hati adakah orang yang lebih pandai dariku? Adakah orang yang lebih tampan dariku? Adakah yang lebih kaya dariku? Jika jawabannya adalah tidak ada yang lebih dariku dan aku yang paling hebat diantara semuanya, bertanyalah apakah aku lebih hebat dari Allah Ta’ala? Kalau jiwa kalian masih sehat, kalian pasti akan tertunduk di hadapan Allah. Dialah yang Maha Sempurna yang telah menciptakan setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk kita. Termasuk kalian.

Home :